Free job

Kamis, 24 Maret 2011

Reaksi Tubuh orang yang Jatuh Cinta

Anda tau nggak ada zat didalam tubuh yang dilepaskan ketika jatuh cinta. Ada, dan secara sains teruji betul di laboratorium. Nama senyawanya phenylethylamine, atau biar gampang kita sebut aja PEA. Kalo melihat rangkaian unsur-unsur kimianya senyawa ini mirip sama Amfetamin atau kalau di pasaran junkie namanya shabu-shabu. Reaksinya juga mirip, bikin orang happy, semangat, tidak mudah tersinggung, semuanya lucu, dunia terasa indah. Jadi PEA ini sebanding dengan orang yang mengkonsumsi sabu-sabu. Reaksi fisiknya juga mirip, jantung berdenyut lebih cepat, tangan berkeringat dan bahkan jadi horni.

Phenylethylamine, dari hasil riset kecil-kecilan ahli romansa, diproduksi di pabrik yang memproduksi dopamine dan norepinephrine di dalam tubuh. Ketika orang merasakan cinta yang sangat mendalam, maka tubuh akan melepaskan ketiga narkoba alami itu ke dalam sirkulasi kimiawi tubuh. Akibatnya, dunia terasa surga.

Hal yang paling menyedihkan bagi ahliromansa adalah, narkoba tersebut hanya bikin kita fly sebentar dan tidak selamanya. Paling lama 3 tahun. Setelah itu tubuh berhenti memproduksi narkoba-narkoba alami itu. Menyedihkan bukan, tubuh itu tidak mengenal namanya jatuh cinta selama-lamanya.

Cinta selamanya itu Cuma ada di dongeng dan norma-norma ideal social saja. Karena secara biologis, tubuh kita TIDAK DIDESAIN UNTUK HAPPILY EVERAFTER.
Sekali lagi ahliromansa dapat membuktikan bahwa idelaisme kolega saya yang percaya tentang cinta itu bisa langgeng selamanya asal diperjuangkan, ternyata secara empirik tidak terbukti. Lalu bagaimana orang yang jatuh cinta itu bisa menikah selamanya. Yah namanya juga lagi fly disuruh apa aja juga mau kan? Karena menikah urusan mau pisah atau cari yang lain jadi ribet (menyangkut Hukum Tuhan dan Hukum Manusia) akibatnya yah hidup selamanya aja, walaupun sudah tidak cinta dan tersiksa.

Ahli romansa ingin mengajak para pembaca untuk lebih kritis dalam melihat hubungan dan komitmen. Anda mau ambil keputusan berkomitmen seumur hidup itu seperti orang yang lagi sakauw disuruh memilih atau menetapkan masa depan, nggak nyambung. Anda merasa butuh pasangan anda lebih dari apapun juga. Bahkan disuruh bersumpah didepan Tuhan dan Penguasa Dunia (Negara) untuk saling mencintai selamanya dalam sedih dan bahagia, sehat dan sakit, kaya dan miskin. Hanya orang yang lagi mabuk kepayang sama cinta aja yang bisa jawab itu, seandainya lagi sadar, nggak mungkin jawab iya.

Jadi Ahliromansa skeptis sama pernikahan? Nggak, sama sekali nggak. Namun Ahli romansa berharap kepada Anda pembaca dan sosok yang menulis artikel ini (diri ahli romansa sendiri), ketika menjawab “saya terima nikahnya” atau menjawab “saya bersedia” dalam keadaan compos mentis artinya dalam keadaan sadar penuh.

Kalau anda menjawab terburu-buru Setelah tubuh tidak produksi ketiga zat tersebut apakah anda akan merasakan perasaan yang sama?. Sekarang anda merasa dunia bagai surga dengan adanya pasangan anda. Saya berani bertaruh bahwa dalam tiga tahun berikutnya perasaan yang anda lakukan sekarang sudah akan hilang. Perasaan cinta itu akan berubah jadi tanggung jawab. Yah betul menanggung semua efek buruk dari fly cinta anda. Kaya hang over aja. Ada yang hang overnya seperti mimpi, ringan-ringan aja, ada yang kepalanya kaya mau pecah.

Jadi tidak ada harapan bagi cinta untuk tumbuh selamanya? Yah sebetulnya kalau mau jujur dari sisi biologis sih nggak, tapi dari sisi yang lain bisa. Bayangkan sekarang saja, payudara bisa diatur kok gede kecilnya, masa iya reaksi kimiawi-kimiawi di otak nggak bisa dirangsang? Tentu saja bisa dengan latihan-latihan mental tertentu. Kalau mau tahu caranya, please staytune di ahliromansa, akan saya bahas, cara-caranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar